Showing posts with label Tips dan Tricks Memancing. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Tricks Memancing. Show all posts

Trik Memancing Ikan Betutu(Oxyeleotris Marmorata)

Ada sebuah jenis ikan tawar yang sebenarnya sangat sensasional tarikannya ketika dipancing. ikan ini memiliki bentuk yang memanjang dan sangat mirip dengan ikan gabus namun siripnya agak lebar dan pada kulitnya seperti terdapat bercak-bercak.

Ikan ini dikenal sebagai ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) yang biasa hidup dirawa-rawa, danau maupun sungai, yang apabila dipancing tarikannya sangat matab, sehingga banyak disukai oleh para pemancing. Namun sayanganya menurut saya sendiri populasi ikan ini sendiri sudah semakin jarang dialam liar, bahkan kami juga belum pernah mendengar ada yang membudidayakannya.

Ikan betutu di pasar harganya cenderung lebih mahal karena bisa dibilang agak langka, dagingnya rasanya juga gurih mirip dengan ikan gabus, namun ukurannya memang cenderung jarang yang besar. Mungkin faktor inilah yang membuat banyak orang yang enggan membudidayakannya, karena kemungkinan untuk membesarkan ikan betutu membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding ikan lain.

Bagi orang Jawa ikan Betutu yang masih kecil biasa disebut dengan ikan kotes yang mudah untuk dipancing di sungai-sungai dekat sawah, sehingga banyak anak-anak kecil dikampung-kampung yang suka memancing ikan ini. Uniknya beberapa orang menyebut ikan ini sebagai ikan malas, hal ini mungkin disebabkan Betutu tergolong ikan yang mampu untuk jarang bergerak dan sering bersembunyi, bahkan selain itu ikan ini juga disebut sebagai ikan bodoh.
Bagi anda yang ingin mencoba untuk memancing jenis ikan ini, pada artikel kali ini kami akan sedikit berbagi tentang tips dan trik dalam memancing ikan betutu disungai dan rawa.
  • Siapkan peralatan pancing seperti joran jenis apa saja, apungan, pemberat, mata pancing dengan ukuran sedang atau besar(standar mancing ikan air tawar).
  • Umpan yang paling mantab untuk memancing ikan Betutu adalah udang dan cacing. Untuk jenis udang bisa rebon, namun satu mata pancing dipasang rebon sampai penuh atau juga bisa udang dengan ukuran sedang namun kulitnya dikupas terlebih dahulu dan kepalanya dibuang.
  • Untuk cacing yang paling baik adalah yang biasa hidup di pohon pisang yang membusuk, karena menurut orang-orang cacing ini didalam tubuhnya tidak terdapat banyak tanah atau kotoran. Namun selain itu juga tidak menutup kemungkinan untuk jenis cacing lain.
  • Spot pancing yang bagus untuk ikan Betutu adalah didekat bebatuan dirawa atau sungai pada kedalaman kisaran setengah meter dan pilihlah yang airnya lebih tenang. Ikan Betutu biasanya hidup dibawah batu dan sering berdiam diri ditempat tersebut, namun terkadang juga suka hidup didekat tumbuhan-tumbuhan air seperti enceng gondok dan ganggang.
  • Ikan ini ketika memakan umpan tarikannya sangat mantab dan ditelan, sehingga pada umumnya apungan sebagai indikator akan tertarik kedalam air
  • Sayangnya ikan ini populasinya cenderung sedikit, sehingga faktor inilah yang membuat ikan ini cukup sulit diburu, walaupun jika ada atau kita menemukan spot mancing yang tepat Betutu cukup mudah untuk dipancing karena terbilang agresif.
Demikian tip dari kami, apabila anda ingin menambahkan atau memiliki pengalaman yang berbeda silahkan berkomentar dikotak dibawah ini, agar bisa bermanfaat bagi pembaca yang lainnya. 

Cara Merawat Joran Agar Tidak Mudah Rusak

Bagi seorang pancinger joran atau stik pancing adalah sebuah barang yang berharga, karena akan selalu setia menemani kita diwaktu senggang untuk berlibur dan berburu ikan di alam liar maupun pemancingan. Namun taukah anda walaupun joran yang pada umumnya terbuat dari fiber yang kuat jika tidak dirawat secara baik maka juga akan mudah keropos dan rusak.

Hal ini disebabkan oleh banyak hal seperti, ketika kita memancing sering kehujanan, cuaca panas yang menyengat maupun terkena air rawa, sungai, laut atau kolam yang cenderung memiliki kadar keasaman yang tinggi. Hal-hal tersebut lama-kelamaan dalam jangka tahunan akan menyebabkan joran atau stik pancing kita mudah keropos, sehingga biasanya ketika mendapatkan ikan dengan ukuran yang besar dan agresif, maka joran tersebut akan patah.

Oleh karena itu mari kita merawat barang kesayangan kita supaya awet sehingga kita tidak perlu membelinya lagi. Pada artikel ini kami akan berbagi tentang cara mudah merawat joran terutama jenis tegek agar tetap awet untuk digunakan, dan jika anda tertarik dan ingin mencobanya bacalah uraian dibawah ini.
1. Sehabis memancing sampai dirumah putus ikatan knur pada mata pancing, pemberat dan pengapung, kemudian segera tarik semua ruas(wrappping), karena kemungkinan ketika mancing tiap ruas akan basah dan lembab apalagi jika cuaca hujan.

2. Bersihkan semua ruas joran dengan sedikit air sabun, caranya gunakan spon kecil yang dicelup dalam air sabun namun juga jangan terlalu basah, dan jika ada kotoran seperti sisa umpan segera bersihkan(catatan joran jangan diguyur dengan air sampai basah kuyup apalagi direndam)

4. Bilas dengan air bersih sedikit dengan menggunakan lap

5. Jika sudah bersihkan dengan kain lap bersih yang kering

6. Jangan buru-buru joran dipendekan atau dimasukan semua ruasnya, biarkan joran tetap dipanjangkan semua ruasnya hingga kering. Bahkan uniknya walaupun terkadang jika tiap ruas joran dipegang sudah terasa sudah kering, namun jika kita memasukan semua ruasnya kembali maka akan kembali basah atau lembab.

Oleh karena itu alangkah baiknya biarkan joran tetap memanjang hingga beberapa hari sampai benar-benar kering baik itu ketika dipanjangkan maupun dipendekan. Tambahan jika anda ingin menjemur dibawah sinar matahari sebaiknya jangan terlalu lama.

7. Jika semuanya sudah pendekan joran kemudian simpan dalam tempat pancing khusus atau tas sesuai panjang joran tersebut.

Demikian sedikit tip dari kami jika anda ingin menambahkan, atau memiliki cara atau pengalaman yang lain silahkan tulis pada kotak komentar dibawah, dan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Salam mancing mania 

Tip Memancing Ikan Grass Carp(Braskap) di Rawa/Danau

Bagi para pemancing air tawar mungkin anda tidak asing dengan ikan Grass Carp(Ctenopharyngodon Idella), atau yang lebih sering dikenal sebagai ikan Braskap. Ikan ini memiliki postur tubuh yang agak mirip dengan ikan Karper, namun perbedaanya posturnya jauh lebih memanjang dan pada umumnya hidup diperaian tawar seperti danau, rawa dan sungai besar dengan arus yang lebih tenang.

Menariknya ikan ini juga dipercaya mampu menekan pertumbuhan tumbuhan air seperti enceng gondok yang tumbuh secara cepat dan tidak terkendali, dengan cara memakan akar-akarnya. Namun walaupun demikian ikan Grass Carp tidak hanya memakan akar enceng gondok saja akan tetapi juga tumbuhan-tumbuhan air lainnya.

Seperti namanya yang unik Grass Carp jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah Karper Rumput, hal ini mungkin disebut demikian karena ikan ini gemar makan tumbuh-tumbuhan. Hebatnya lagi ikan ini kabarnya ada yang mampu tumbuh hingga 1,2 Meter dangan berat 18 KG, dengan masa hidup maksimal antara 5 hingga 9 tahun. Namun tentu saja tidak semua ikan Grass Carp bisa tumbuh sebesar itu dan kemungkinan panjang rata-rata untuk Grass carp dewasa adalah kira-kira 50Cm.

Bagi para pemancing jenis ikan ini juga menjadi favorit, karena posturnya yang besar, mantab dan juga enak dimakan walaupun sekarang populasinya tidak begitu banyak. Berikut tip untuk memancing ikan Braskap.
1. Gunakan knur yang berukuran agak tebal dan kuat, dan untuk mata pancing bisa menyesuaikan namun yang pasti jangan yang berukuran kecil.
2. Jika anda memancing di Rawa atau Danau, lebih baik agak ketengah rawa yang jauh dari pemukiman karena ikan ini cenderung agak penakut. Setidaknya minimal jangan dipinggir rawa
3. Pilih spot pancing didekat tumbuhan air seperti enceng gondok atau gang-gang air, karena kedua tumbuhan tersebut adalah santapan favorit mereka.
4. Untuk umpan menurut kami yang paling mantab adalah sayuran adas dan ujung pohon ketela(daun ketela muda namun diambil beserta batang yang paling ujung kira-kira 5cm)
5. Ketika memasukan mata pancing ke air, masukanlah agak dalam
6. Pada umumnya memang agak lama menunggu ikan Grass Carp menyambar umpan, namun tentu saja hal ini juga tergantung dari faktor keberuntungan juga.

Kalau menurut kami jika anda memutuskan untuk memancing ikan Braskap, ada baiknya jangan hanya fokus pada ikan ini saja, namun anda tetap berburu ikan lain seperti ikan Mujair yang pada umumnya populasinya lebih besar, sehingga jangan lupa untuk membawa joran cadangan.

Selain itu seperti kita ketahui setiap pemancing pasti memiliki pengalaman yang berbeda dalam memancing ikan Braskap, dan insting dan feeling masing-masing pemancing juga berbeda-beda. Oleh karena itu bagi anda yang ingin menambahakan atau memiliki pengalaman yang berbeda silahkan berkomentar dibawah.

Tip Set Pancing untuk Air Berarus Deras dan Berarus Tenang

Ketika kita memancing kondisi air untuk spot pancing pasti berbeda-beda, ada yang berarus deras namun juga ada yang berarus lebih tenang. Hal ini tentu juga sangat berpengaruh pada teknik memancing yang kita gunakan, agar lebih efektif sehingga kemungkinan bisa menangkap ikan lebih baik dan lebih banyak.

Untuk air tawar biasanya tempat untuk memancing adalah sungai dan memiliki arus yang sangat deras, namun untuk danau atau rawa pada umumnya cenderung jauh lebih tenang. Untuk mengatasi kedua medan pancing tersebut maka kita harus set pancing yang sesuai agar hasil lebih maksimal.

Oleh karena itu pada artikel kali ini kami akan sedikit berbagi, mengenai set pancing untuk air berarus desar dan set pancing untuk air tenang, dalam catatan joran yang digunakan adalah joran jenis tegek.

Set pancing berarus tenang
Untuk menghadapi medan seperti ini akan lebih baik kita menggunakan pengapung sebagai indikator, sedangkan set pancing yang efektif yang bisa anda coba adalah.
1. Untuk posisi paling bawah adalah mata pancing
2. Diatas mata pacing adalah pemberat(ada yang menyebutnya sebagai timbel), lebih baik gunakan pemberat lembaran sehingga bisa diatur sesuai kebutuhan
3. Posisi ketiga dari bawah adalah pengapung
4. Dan posisi paling atas adalah stopper, yang berfungsi sebagai penahan pengapung dan bisa diatur panjang-pendeknya.

Catatan : set semuanya jangan sampai ketika mata pancing dimasukan ke air namun pengapung tenggelam. Jika hal ini terjadi maka anda harus mengurangi pemberatnya, jika anda menggunakan pemberat lembaran maka tinggal menyobeknya dan dikurangi sedikit.

Posisi pengapung ketika dimasukan ke air yang ideal adalah bisa berdiri tegak, sehingga akan lebih sensitif namun tetap jelas dipandang mata. Apabila pengapung tidak bisa berdiri tegak maka tambahkan sedikit pemberatnya, atau juga bisa posisi stopper pada knur terlalu panjang sehingga mata pancing sampai kedasar rawa.
Set pancing berarus deras
Untuk kondisi seperti ini jangan gunakan pengapung, karena akan mudah hanyut oleh arus. Lebih baik andalkan saja kelenturan joran yang didepannya diberi per pancing(ada yang menyebutnya sebagai nthul).
1. Untuk posisi paling bawah adalah pemberat namun yang berukuran besar agar kuat menahan arus
2. Diatas pemberat adalah mata pancing, untuk cara ini biasanya menggunakan atau memasang mata pancing lebih dari satu.

Catatan : ketika anda memasukan mata pacing ke air, pastikan pemberat sampai ke dasar sungai, karena seperti yang telah disebut diatas cara ini menggunakan pemberat yang berukuran besar, sehingga tidak mudah terseret oleh arus sungai.

Sebetulnya masih banyak set pancing dengan cara yang lain, karena hal ini juga dipengaruhi oleh jenis joran yang kita gunakan, kebiasaan daerah tertentu, feeling masing-masing, dan lain-lain. Oleh karena itu bagi anda yang ingin menambahkan silahkan berkomentar dibawah, karena seperti kita ketahui dunia pancing tidak ada yang mutlak.

Cara Merakit Sendiri untuk Joran Jenis Tegek

Joran tegek adalah salah satu joran pancing yang biasanya lebih sering digunakan untuk memancing di air tawar. Pada umumnya joran jenis ini memiliki panjang antara 2,5m hingga 6m, sehingga cukup panjang dan nyaman ketika digunakan untuk memancing.

Joran jenis ini paling efektif apabila kita memancing menggunakan umpan lumut sawah(namun tetap tidak menutup kemungkinan menggunakan umpan lain). Karena joran seperti ini biasanya dalam menggunakannya tanpa reel sehingga untuk menjangkau target dalam memasukan umpan di air tanpa dilempar akan tetapi langsung dimasukan secara perlahan ke dalam air, sesuai jangkauan panjang joran dan panjang knur yang pada umumnya di set sama dengan panjang joran tersebut.

Mengapa joran tegek sangat cocok untuk umpan lumut sawah, karena seperti kita ketahui apabila kita menggunakan lumut sawah harus ekstra hati-hati agar lumut tidak mudah pudar dari mata pancing, sehingga ketika memasukan kedalam air harus perlahan. Pada umumnya kita bisa membeli joran tegek ditoko pancing dalam keadaan sudah jadi atau sudah dirakit, namun tentunya harganya cukup lumayan.

Oleh karena itu apabila anda ingin lebih murah, ada baiknya anda merakit sendiri joran tegek anda, karena akan menghemat biaya hingga 40%. Bagi anda yang ingin mencobanya, berikut tip dan cara untuk merakit joran tegek sendiri.

Bahan-bahan yang dibutuhkan
1. Joran Tegek Kosong/kosongan
2. Lubang Knur
3. Per Pancing atau orang Jawa lebih sering menyebutnya sebagai nthul
4. Tempat senar biasa
5. Knur atau Nilon
6. Selotip

Kurang lebihnya lihat gambar dibawah
Cara Merakit Joran Tegek
A. Memasang Per Pancing pada ruas joran paling atas

1. Tarik ruas paling atas kemudian potonglah kira-kira satu jengkal. Kenapa harus dipotong karena akan diganti dengan per pancing agar lebih mantab.
2. Tempelkan per pancing pada ruas paling atas joran
3. Lekatkan per pancing pada ruas paling atas dengan selotip secukupnya
4. Gulung dengan kenur atau nilon yang bertujuan agar lebih kencang dan rapi. Caranya adalah seperti simpul dalam mengikat mata pancing tanpa lubang yang pernah kami bahas sebelumnnya. Untuk lebih jelasnya silahkan masuk link ini dan lihat gambar paling bawah sendiri(gambar cara mengikat mata pancing tanpa lubang, yang cara 2)

Jika anda ingin hasil yang lebih baik, bisa menggunakan benang nilon berwarna-warni, namun sebelum menggulang dengan benang nilon tersebut, lebih baik gulunglah dengan pita kaset tape terlebih dahulu yang direkatkan dengan lem kastol. Jika sudah digulung dengan pita kaset dan nilon kemudian lapisi dengan melamine yang bisa dibeli ditoko besi, pasti entar hasilnya jauh lebih bagus, rapi dan kuat.

Tambahan, untuk per pancing bisa anda beli ditoko pancing agar tidak repot
B. Memasang lubang knur
1. Buatlah beberapa lubang knur sesuai dengan jumlah ruas, dan lebih baik gunakan bahan tembaga dari kabel yang agak besar. Kenapa harus tembaga, karena bahan ini tidak mudah berkarat apabila kena air. Cara membuatnya potong tembaga kira-kira setengah jengkal, kemudian lingkarkan pada obeng yang agak besar dua-tiga kali(kurang lebih lihat gambar). Namun jika anda tidak ingin repot belilah ditoko pancing.

2. Pasang lubang knur pada ujung tiap ruas joran dan lekatkan dengan selotip. Jika sudah gulung dengan knur untuk semua ruas, caranya sama persis sama yang diatas ketika memasang per pancing.
C. Memasang Tempat Knur
Tempat knur sepeti ini biasanya terbuat dari kayu yang bisa anda beli ditoko pancing dengan harga antara Rp.3.000-Rp.5.000

1. Tempelkan pada ruas joran paling bawah, kira-kira tepat ditengahnya atau sesuai selera anda.

2. Lekatkan dengan selotip untuk dua bagian atas dan bawah(lihat gambar)

3. Jika sudah gulung dengan knur caranya sama persis dengan cara diatas.
D. Contoh hasil yang sudah jadi lihat gambar dibawah
Bagus atau tidaknya hasil rakitan tentu tergantung dari ketelatenan anda sendiri, jujur saja hasil dibawah memang masih kurang bagus, dikarenakan saya lagi banyak kesibukan, foto juga hasil jepretan hp seri low end. Yang penting pancing siap dan segera menuju TKP untuk memancing ikan, Salam Mancing Mania  

Ayo Memancing di Waduk Kedung Ombo

Setelah kami menulis tentang artikel memancing di sungai Tuntang kab.Semarang, mari kita menuju ke sebuah danau buatan yang konon terbesar di Jawa Tengah dan bernama waduk Kedung Ombo. Seperti namanya, Ombo yang berarti luas, danau buatan atau waduk ini memiliki luas 6.576 hektar terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar dan 3.746 hektar lahan yang tidak tergenang air.

Waduk kedung Ombo Areanya mencakup sebagian wilayah di tiga Kabupaten, yaitu Sragen, Boyolali, Grobogan, dan pada dasarnya dibangun untuk pembangkit listrik berkekuatan 22,5 megawatt dan juga untuk kebutuhan pengairan 70 hektar sawah disekitarnya. Waduk ini telah dibuat sejak tahun 1985 hingga 1989, dan telah menengggelamkan 37 desa, di 7 kecamatan yang ada di 3 kabupaten yang telah tersebut di atas. Sehingga sebanyak 5268 keluarga harus pindah dari area tersebut walaupun dalam prosesnya masih menyisakan cerita pilu.

Selain digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik, waduk Kedung Ombo juga dimanfaatkan sebagai wisata air yang ada dibeberapa wilayah. Bahkan menariknya bagi para penggila dunia pancing waduk ini juga menjadi salah satu favorit untuk berburu beragam jenis ikan air tawar, seperti Mujair, Nila, Betutu, Gabus, Karper, Tawes dan lain-lain.

Kebanyakan pemancing di Kedung Ombo menggunakan umpan lumut sawah dan cacing untuk mengail ikan favorit mereka yaitu Mujair dan Nila, namun sayangnya banyak yang berpendapat untuk ikan Karper sekarang sudah sulit untuk didapatkan. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh keberadaan ikan Red Devil yang tumbuh tak terkendali sehingga dianggap hama, karena merusak kelangsungan hidup jenis ikan lain.

Berdasarkan sumber di Solopos.com, ikan Red Devil di Kedung Ombo telah mendominasi sekitar 60% dibanding dengan jenis ikan yang lainnya. Sayangnya ikan ini kurang enak dimakan karena dagingnya keras sehingga memiliki nilai ekonomis yang rendah dan merugikan para nelayan. Ikan Red Devil(Amphilophus Labiatus) ini kebanyakan memiliki warna oranye, berjidat nonong dan terkenal sangat rakus sebagai ikan Predator, sehingga tentu saja juga sangat mudah untuk terpancing walaupun para pemancing pada umumnya juga kurang menyukainya.
Oleh karena itu kebanyakan pemancing di waduk Kedung Ombo lebih menyukai menggunakan umpan lumut sawah untuk memancing mujair dan nila, karena kemungkinan jika menggunakan umpan lain akan langsung di sambar oleh ikan Red Devil. Namun terkadang jika kita hanya ingin menyalurkan hobi memancing, tidak ada salahnya juga memancing Red Devil sebagai alternatif saja, karena selain jauh lebih mudah, tarikannya juga sangat mantap walaupun ukuran ikan kecil (apalagi besar pasti akan lebih mantab). Selain itu dengan memancing ikan tersebut itung-itung juga ikut sedikit berpartisipasi dalam membasmi hama ikan Red Devil (duh mungkin apa nggak membasmi ikan Red Devil dengan cara dipancing, hehehe).

Di balik membabi butanya jenis ikan predator tersebut yang ada dibeberapa waduk, ternyata ada fakta menarik dari ikan Red Devil.  Berdasarkan sumber Trobos.com, salah satu nelayan bernama Karsin asal Yogyakarta telah berhasil mengolah ikan tersebut menjadi keripik yang enak dimakan dan laku untuk dipasarkan. Bahkan kabarnya kripik ikan setan merah buatannya sudah didistribusikan di beberapa wilayah seperti Jogjakarta, Bandung dan Tanjung Priok.

Selain itu fakta menarik lain dari ikan Red Devil adalah, berdasarkan sumber di Gembiralokazoo.com, ikan ini juga bisa dijadikan ikan Hias yang dipelihara di Aquarium. Namun hal ini tentu saja untuk ikan Red Devil yang memiliki warna yang indah dan nonong yang besar.

sumber :
http://www.solopos.com/2011/10/18/red-devil-ancam-satwa-air-di-wko-120134
http://www.trobos.com/show_article.php?rid=35&aid=1786
http://www.gembiralokazoo.com/post-284-ikan_red_devil

Mancing di Sungai Tuntang Kab.Semarang

Setelah kami menulis tentang memancing murah dan nyaman di danau Rawapening, sekarang mari kita menuju sebuah sungai yang cukup besar dan mengalir dari danau tersebut. Sungai ini bernama Tuntang yang termasuk dalam wilayah Kab.Semarang yang memiliki panjang 139Km untuk sungai utamanya dan menuju kota Demak kemudian bermuara ke Laut Jawa.

Sungai Tuntang ini sering digunakan oleh penduduk untuk mengairi area persawahan maupun budidaya ikan, dan selain dari pada itu juga menjadi salah satu tempat favorit untuk memancing oleh penduduk sekitar seperti Ambarawa, Salatiga, Bawen dan Ungaran. Menariknya sungai Tuntang yang terletak di Kec.Tuntang (sekitar jembatan Tuntang jalan raya Solo-Semarang, 15KM arah barat kota Salatiga atau 40 KM arah timur kota Semarang), selain memiliki pemandangan yang indah karena berada disekitar kebun kopi yang luas, juga terdapat sisa-sisa bangunan bersejarah yang dibangun pemerintah Belanda pada jaman penjajahan.

Selain itu bagi para pemancing, didaerah tersebut juga menjadi salah satu pilihan selain Rawapening, karena terdapat berbagai macam jenis ikan yang biasa diburu, seperti ikan Mujair, Nila, Betutu, ikan Gabus, Bawal, Sepat, Wader, Lauhan dan lain-lain. Beberapa umpan yang biasanya digunakan ialah lumut sawah, Adonan roti, rebon(udang-udang kecil), maupun cacing, yang bisa dibeli di sekitar sungai tersebut dengan harga yang terjangkau antara Rp.2000-Rp.3000.

Sedangkan peralatan pancing yang biasa digunakan adalah joran jenis tegeg(Pole Rod) berukuran 4-5M yang pada ujungnya diberi pegas atau per pancing, dan bisa menggunakan pengapung maupun tidak karena juga tergantung dari jenis ikan yang ingin diburu maupun tingkat deras arus sungai.
Pada umumnya para pemancing memilih tempat di dekat jembatan rel kereta api yang merupakan peninggalan jaman penjajahan, karena tempat tersebut lebih mudah dijangkau dengan kendaraan dan infrastruktur juga lebih baik. Selain memancing di pinggir sungai, para pemancing juga bisa menyewa sampan tradisional maupun perahu motor apabila mereka ingin lebih leluasa mencari tempat untuk memancing. Jika kita lapar atau haus juga tidak perlu kuatir karena di sekitar sungai Tuntang yang terletak di Kec.Tuntang ini banyak terdapat warung milik penduduk sekitar. 

Tip Murah dan Nyaman Memancing di Rawapening

Rawapening adalah salah satu danau alami di Indonesia yang cukup legendaris sehingga dikenal oleh banyak orang di negeri kita ini sebagai wisata air. Danau ini terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah meliputi wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru, dan juga dikelilingi oleh tiga gunung yaitu Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Pening sendiri memiliki arti bening sehingga nama danau tersebut bisa diartikan sebagai rawa yang bening, dan uniknya lagi ada sebuah mitos atau legenda tentang Rawapening yang menceritakan asal-usulnya yang membuatnya semakin terasa fenomenal. Cerita legenda tersebut tentang seorang anak yang bernama Baru Klinthing yang diacuhkan oleh penduduk setempat karena berbau amis dan penuh luka, karena kemarahannya atas kesombongan penduduk di kala itu kemudian Baru Klinthing menancapkan lidi kemudian di cabut dan mengeluarkan muntahan air yang besar sehingga menenggelamkan desa tersebut dan terbentuklah Rawapening.

Selain sebagai wisata air yang memiliki pemandangan yang indah, Rawapening juga menjadi favorit para pemancing dari berbagai daerah, karena melimpahnya berbagai jenis ikan tawar khususnya ikan Mujair. Dan salah satu hal yang sangat menarik bagi anda yang hobi memancing, di Rawapening terdapat arena memancing yang sangat murah dan cukup nyaman.

Arena memancing ini disebut oleh warga sekitar dan para pemancing sebagai tongkrongan mancing, yaitu tempat memancing yang terbuat dari susunan bambu yang tertata rapi yang khusus dibuat untuk memanjakan para penggila dunia pancing. Menariknya arena memancing ini juga terdapat tempat teduh buatan atau gubug, sehingga para pemancing tidak kepanasan atau kehujanan.

Untuk memasuki arena mancing di Rawa pening atau yang dikenal sebagai tongkrongan mancing, anda hanya dikenakan biaya yang sangat murah meriah yaitu rata-rata hanya Rp.2000 untuk seharian sepuasnya. Bahkan jika anda lapar disekitarnya juga terdapat beberapa warung yang menjajakan makanan dan minuman dengan harga yang juga terjangkau.

Satu hal yang perlu anda ketahui, tongkrongan mancing ini bukanlah seperti kolam pancing pada umumnya, namun merupakan perairan Rawapening alami yang terletak dipinggir rawa yang dibuatkan tempat khusus dari susunan bambu. Sehingga kita tetap menikmati memancing ditempat alami namun lebih nyaman tempatnya dan biayanya juga sangat terjangkau.
Tongkrongan mancing di Rawapening berada disekitar tempat wisata Bukit Cinta, yaitu tepatnya terletak di Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Semarang, dan untuk sekarang terdapat 4 tempat tongkrongan mancing yang berbeda di sekitar bukit tersebut. Satu tempat tongkrongan mancing (arena mancing di Rawapening) bisa menampung sekitar 50-100 orang dan biasanya sudah buka pada jam 6 pagi.

Jika anda seorang pemancing dan sedang berlibur di daerah sekitar Rawapening seperti Ambarawa, Salatiga, dan Ungaran, ada baiknya anda sesekali mencobanya arena mancing tradisional tersebut. Hanya dengan biaya masuk rata-rata Rp.2000, umpan lumut sawah rata-rata Rp.2000 per satu plastik, atau jika ingin alternatif lain mungkin juga bisa sewa perahu dengan biaya rata-rata Rp.5000 untuk perahu biasa untuk dua orang, dan perahu bermesin dengan biaya sekitar Rp.30.000-Rp.50.000 bisa untuk 5 orang.
Sambil memancing anda juga bisa menikmati pemandangan yang indah, angin semilir yang meniup sangat sejuk, namun sayangnya di musim tertentu keindahan Rawapening terkadang juga tertutup oleh enceng gondok yang tumbuh tak terkendali.  

Teknik Mengikat Mata Pancing Berlubang dan Tanpa Lubang

Memancing adalah salah satu hobi yang seakan-akan tiada bosannya, apalagi jika kita sedang diliputi rasa penasaran yang begitu besar terhadap suatu medan tempat memancing yang akan kita buru, tentunya akan membuat kita tidak bisa tidur dan ingin segera sampai ketempat lokasi.

Dalam dunia pancing ada salah satu hal yang terlihat sepele, namun sebenarnya sangat vital untuk diketahui, yaitu mengikat tali atau knur ke mata pancing. Apabila kita tidak bisa melakukannya dengan baik, akan disayangkan karena kemungkinan kita akan kehilangan tangkapan kita ketika ikan tertarik, karena ikan bisa lepas kembali akibat mata pancing tidak terikat dengan baik.

Seperti kita ketahui semua mata pancing memiliki ukuran yang relatif kecil dan terlebih lagi mata pancing untuk air tawar, sehingga cukup sulit untuk mengikatnya. oleh karena itu ada baiknya kita pelajari beberapa simpul-simpul untuk mengikat tali pancing yang baik, supaya tangkapan kita tidak mudah lepas.

Mungkin bagi para pemancing sebagian besar sudah tahu bagaimana cara mengikat knur yang baik pada mata pancing. Namun bagi anda yang sedang belajar mancing dan belum tahu caranya, pada artikel kali ini kami akan sedikit berbagi mengenai teknik yang baik mengikat mata pancing.

Cara ini kami bagi menjadi dua kategori yaitu, mengikat mata pancing dengan lubang dan mengikat mata pancing tanpa lubang. Karena seperti kita ketahui dibeberapa toko pancing ada yang menjual mata pancing tanpa lubang maupun dengan lubang yang semuanya memiliki kelebihan sendiri-sendiri.

Teknik mengikat mata pancing dengan lubang :
Cara 1
1. Masukan knur kedalam lubang, kemudian putar-putar keatas sebanyak 5-10 kali atau juga bisa diplintir.
2. Buatlah lingkaran yang terletak diatas, kemudian putar 2 kali kebawah, lalu masukan ke lubang yang terbentuk dibawah
3. Pada ujung knur tarik kembali keatas, dan masukan kembali di lingkaran atas yang telah terbentuk sebelumnya.
4. Tariklah sekencang-kecangnya.
Untuk lebih jelasnya lihatlah gambar dibawah ini 

Cara 2
1. Masukan knur kedalam lubang, kemudian bentuk melingkar keatas.
2. Lilitkan memutar pada mata pancing sebanyak 5 kali, dan lilitan terakhir masukan kedalam lubang yang sudah terbentuk.
3. Tariklah erat-erat sampai benar-benar kencang.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah


Teknik mengikat mata pancing tanpa lubang :
Cara 1
1. Lingkarkan knur pada mata pancing 2 kali(bisa lebih) seperti pada gambar.
2. Bentuklah lingkaran knur diatasnya, seperti pada gambar
3. Masukan lingkaran tersebut pada ujung knur
4. Tarik seerat-eratnya.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah 

Cara 2
1. Bentuklah lingkaran di posisi bawah, seperti pada gambar
2. Lilitakan pada mata pancing
3. Putar sebanyak 5-10 kali
4. Masukan ujung knur pada lingkaran yang sudah terbentuk dibawah, dan tarik seerat-eratnya.
 Lihat gambar dibawah


9 Jenis Ikan Tawar yang Bisa Dipancing dengan Umpan Udang/Cacing

Para penggemar dunia pancing pasti semua pernah berburu ikan dengan menggunakan umpan udang dan cacing, sehingga kedua umpan ini seolah-olah sangat umum digunakan atau mungkin juga dianggap sebagai umpan wajib. Beberapa kelebihan menggunakan kedua umpan ini adalah, udang dan cacing merupakan umpan hidup yang masih segar sehingga sangat menarik perhatian ikan, mudah dipasang dalam mata pancing, tidak mudah larut didalam air, dan tentunya yang paling penting adalah sangat fleksibel karena beraneka ragam ikan sangat gemar menyantap jenis umpan ini terutama ikan.

Pada umumnya umpan cacing yang sering digunakan untuk memancing adalah jenis cacing merah (lumbricus Rubellus), yang sekarang juga mudah didapatkan karena cukup banyak yang membudidayakannya dan cacing yang biasa hidup di batang pohon pisang yang sudah membusuk. Sedangkan untuk udang sendiri bisa udang rebon yang berukuran kecil-kecil atau udang yang berukuran sedang dan dikupas untuk diambil dagingnya atau dibiarkan tetap hidup.
 
Bagi anda yang sering memancing di perairan tawar seperti rawa, sungai atau danau, dan menggunakan dua jenis umpan ini, berikut adalah info dari beberapa jenis ikan tawar yang kemungkinan bisa anda buru.

1. Ikan Mujair : ikan yang memiliki nama binomial Oreochromis mossambicus, memang pada dasarnya umpan utamanya adalah lumut sawah, akan tetapi masih bisa dipancing dengan umpan cacing dan udang kecil-kecil(rebon) karena ikan ini adalah pemakan segala.

Ikan Mujair tersebar diseluruh nusantara, dan bisa dibilang bukan ikan musiman yang bisa diburu kapan saja.

2. Ikan Betutu : nama binomial dari ikan ini adalah Oxyeleotris marmorata, dan dibeberapa daerah ada berbagai macam sebutan yaitu bakut, bakutut, belosoh, boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain.

Fakta menarik dari ikan ini dibeberapa tempat disebut ikan bodoh, karena sangat mudah untuk memancingnya karena memiliki mulut yang besar, sangat agresif sehingga sering menelan umpan sampai kedalam perut. Ikan ini juga tersebar diseluruh perairan tawar Indonesia

3. Ikan Baung : sebutan lain dari ikan ini berdasarkan Wikipedia adalah ikan duri, baong, baon, bawon, senggal, singgah, tagih, dan lain-lain, dan tersebar di Indonesia namun berdasarkan sumber jarang ditemui di Sulawesi dan Papua.

Pada umumnya ikan ini sering hidup di dasar perairan, lebih mudah dipancing ketika malam, dan kebanyakan sering muncul dimusim penghujan.

4. Ikan Patin : ikan ini tersebar dibeberapa daerah seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan sekarang menjadi salah satu ikan favorit yang dikonsumsi, dibudidayakan, bahkan beberapa jenis tertentu juga dijadikan sebagai ikan hias.

Ikan ini bagus dipancing disegala musim, baik siang maupun malam.

5. Ikan Belida : jika mendengar nama ini rasanya memang sangat asing buat kita, karena ikan ini memang sudah tergolong langka untuk ditemukan. Bentuk ikan ini pipih dan memanjang kurang lebih mirip dengan ikan Arwana.

Ikan ini tersebar dibeberapa daerah jeperti Jawa Barat, Sumatera dan Kalimantan, yang akan lebih mudah dipancing pada malam hari, dimusim hujan dan sering hidup di dasar peraiaran.

Nama ilmiah dari Ikan ini adalah Chitala sp dan dibeberapa daerah juga menyebutnya sebagai ikan Pipih atau Belido.

6. Ikan Sapu-Sapu : ikan ini sering kita temui di aquarium dan lebih dikenal sebagai ikan pembersih kaca. Mungkin ikan ini juga kurang begitu disukai dengan berbagai alasan, namun jika anda tetap berminat untuk memancingnya akan lebih baik jika memburunya di dasar perairan, baik siang atau malam, dan disegala musim.

Ikan ini memiliki nama ilmiah Hypostomus plecostomus dan di Malaysia sering menyebutnya sebagai ikan bandaraya.

7. Ikan Bawal : ikan ini sangat digemari karena dagingnya yang cukup tebal dan sedikit duri, namun sayangnya untuk populasi di alam liar tidak terlalu banyak dan sering didapatkan karena hasil budidaya.

Jika anda ingin mencoba memancingnya akan lebih baik disiang hari dan disemua musim. Fakta menarik dari ikan Bawal (collosoma sp) berdasarkan hasil pengamatan di kolam dibudidaya, ikan bawal hidupnya selalu bergerombol dan jarang sekali terpisah. Hal ini kemungkinan juga tidak berbeda jauh di habitat aslinya, sehingga jika anda sedang memancing dan berhasil mendapatkan ikan ini, lebih baik jangan pindah tempat karena kemungkinan ikan bawal lain juga ikut bergerombol ditempat tersebut.

8. Ikan Bethik : walaupun beberapa orang menomor duakan ikan ini, namun jika anda tetap ingin memancingnya akan lebih baik disiang hari dan juga banyak tersedia disegala musim. Ikan ini tersebar dibeberapa daerah seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

9. Ikan Sili : ikan ini terkadang juga dijadikan sebagai ikan hias walaupun harganya masih tergolong murah, dan dibeberapa tempat juga memiliki sebutan yang berbeda seperti Ikan Tilan atau Deler. Ikan Sili tersebar dibeberapa daerah seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan akan lebih mudah dipancing ketika sungai banjir.

Selain beberapa jenis ikan yang tersebut di atas, mungkin masih banyak jenis ikan tawar lain yang bisa dipancing dengan umpan udang dan cacing. Apabila anda memiliki pengalaman yang berbeda silahkan tambahkan dikotak komentar di bawah, dan semoga bisa berguna bagi kita semua.      

Memanfaatkan Laron sebagai Alternatif Umpan Memancing Mujair

Serangga yang satu ini sering muncul ketika musim hujan dan malam hari, yang sangat gemar mendekati cahaya lampu di rumah-rumah. Mereka sering bergerombol dan berterbangan mencari cahaya di malam yang gelap, sehingga terkadang membuat banyak orang yang geli, takut namun juga banyak yang juga suka. Jenis serangga apakah ini?, dan jawabannya adalah Laron atau anai-anai.

Pada dasarnya serangga ini adalah hasil dari metamorfosis dari rayap yang sering memakan kayu dan sering membuat sarang di bawah tanah. Menariknya jenis serangga yang kebanyakan membuat jengkel masayarakat karena sering mengotori rumah, ternyata ada sebagian masyarakat di beberapa daerah yang mengkonsumsinya sebagai lauk, bahkan terkadang juga dijumpai di pasar-pasar tradisional  untuk dijajakan.

Fakta unik lainnya dari laron selain sebagai lauk, serangga ini juga dijadikan salah satu alternatif bagi para pemancing untuk dijadikan umpan. Biasanya umpan ini dimanfaatkan untuk memancing ikan nila atau mujair yang sering hidup di perairan tawar seperti rawa, sungai, danau, dan lain-lain, karena pada dasarnya ikan mujair pada habitat aslinya juga memburu serangga-serangga kecil yang hidup disekitarnya.

Jika anda seorang pemancing yang ingin mencoba peruntungan dalam berburu ikan mujair dengan umpan ini, berikut beberapa tip sederhana yang bisa anda coba untuk menggunakan umpan laron atau anai-anai.

1. Tangkaplah laron pada malam hari sebanyak-banyaknya, dan masukan kedalam sebuah tempat, jangan sampai sayap patah agar sampai pagi hari masih hidup dan masih segar.

2. Setelah pagi hari sebelum berangkat memancing, bersihkan sayap-sayap laron dan masukan kedalam tempat yang tertutup. Hal ini karena agar laron tidak terkena panas sehingga tidak mudah mati sehingga masih segar untuk dijadikan umpan memancing.

3. Pilihlah mata pancing yang tipis (biasanya merk mata pancing adalah Carbon, dan berwarna biru). Hal ini karena laron sangat rapuh, apalagi yang sudah mati.

4. Jangan hanya gunakan satu laron dalam satu mata pancing, gunakan sebanyak mungkin untuk bisa terpasang pada mata pancing.

Menurut kami sendiri umpan laron ini bukanlah yang utama untuk memancing mujair, karena pada dasarnya umpan paling ampuh untuk mujair adalah lumut sawah dan rebon(udang-udang kecil). Sehingga bagi anda yang ingin memancing ikan mujair jangan hanya membawa umpan laron saja, namun tetap harus membawa lumut sawah sebagai umpan utama.

Selain itu terkadang jika anda memancing dengan umpan ini, hasil tangkapan juga tidak sebatas mujair saja, namun kemungkinan juga jenis ikan karnivora lain yang sering hidup di air tawar seperti red devil, lauhan, bethik, dan lain-lain.  Selamat mencoba 

Solusi dan Tip Memancing Ikan Karper di Kolam Harian

Ikan Mas atau Karper adalah salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nama binomial Cyprinus carpio, dan juga menjadi salah satu menu favorit masyarakat kita. Masakan untuk jenis ikan ini sering kita jumpai di rumah-makan beserta pemancingan, hotel atau pedagang-pedagang dipinggir jalan yang rasanya lezat dan memiliki daging yang agak tebal dan sedikit duri. Jika menurut saya sendiri ikan ini lebih enak dari ikan mujair namun masih dibawah ikan gurame.

Pada habitat aslinya ikan ini lebih sering hidup diperaian yang tidak terlalu dalam dan agak berarus seperti pinggir sungai, danau dan rawa, namun populasi untuk ikan liar jenis ini sudah semakin menurun. Mungkin hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kian hari semakin memburuk, sehingga sebagian besar jenis spesies ini sering didapatkan dari hasil budidaya.

Sebagai salah satu jenis ikan konsumsi, tak heran jika ikan Karper menjadi salah satu target bagi para pemancing. Namun sayangnya seperti yang saya uraikan diatas populasi ikan Mas liar sudah semakin sulit didapatkan, sehingga kurang asyik dan kurang memuaskan jika kita hanya fokus memancing ikan ini di alam liar.

Biasanya solusi bagi para pemancing untuk mendapatkan ikan Mas atau karper adalah memburunya ditempat pemancingan, namun seperti kita ketahui jika kita memburunya pada kolam pemancingan dengan sistem kiloan pasti serasa ada yang kurang, kurang asyik, atau orang-orang lebih sering menyebutnya tidak ada seninya atau tidak menantang.

Maka dari itu masih ada solusi tepat lainnya yaitu ditempat kolam pancing harian atau arisan dengan sistem bayar dimuka mungkin sekitar Rp.20,000-Rp.50,000, dan kita di ijinkan memancing sepuasnya dan sebanyak mungkin dalam waktu 24 jam.
Pada artikel ini saya akan berikan beberapa tip-tip memancing ikan Karper yang ada dikolam pemancingan harian, karena seperti kita ketahui memancing ditempat seperti ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Pada umumnya pemiliki usaha pemancingan kemungkinan besar sudah memberi makan ikan sebanyak-banyaknya sehingga kenyang dan cukup sulit untuk di tangkap. 

1. Siapkan joran dan reel beserta apungan yang berukuran kecil, karena banyak yang berpendapat ikan Mas menyantab umpan dengan cara dihisap sehingga kita membutuhkan indikator yang lebih sensitif. Gunakan mata pancing berukuran sedang agar semua ukuran ikan bisa kena, gunakan pemberat dan di set jangan sampai apungan tenggelam. Tambahan apabila satu orang di ijinkan menggunakan lebih satu joran jangan sia-siakan kesempatan.

2. Pada dasarnya ikan ini adalah salah satu jenis ikan omnivora atau pemakan segala, sehingga memaksa kita untuk menggunakan berbagai macam umpan. Siapkan umpan yang terbuat dari campuran nasi, penyedap rasa, pelet, bahkan ada yang menggunakan mie rebus kemudian ditumbuk hingga semuanya mencapur dengan rata dan lengket.

Umpan kedua adalah lumut sawah dicampur dengan pati kanji (yang telah direbus dengan air), campur dengan garam dan penyedap rasa seperti masako atau royko. Semuanya Masukan kedalam ember kecil dan ditambah air sedikit, jika anda ingin memasang umpan ini masukan mata pancing kedalam ember tersebut lalu putar-putar hingga campuran lumut menempel dan menggumpal. (untuk umpan ini harus lebih bersabar, namun jika dapat ikan biasanya berukuran lebih besar)

Umpan ketiga anda bisa gunakan kroto atau telur semut yang bersih, bahkan saya lihat ada orang yang memakai laron. Pasang kedalam mata pancing namun jangan hanya satu, kalau bisa lebih banyak lebih baik 5-10 ekor per mata pancing.

Umpan keempat roti basah yang dicampur dengan daun ketela muda dan trasi, dan semua ditumbuk halus dicampur sedikit air hingga menjadi lengket.

3. Karena anda memancing dikolam, lempar mata pancing ketengah kolam, karena jika dipinggir ikan akan takut akan keberadaan manusia.

4. Apabila apungan bergerak sedikit diamkan saja, namun apabila bergerak kemanapun arahnya sekitar empat detik tanpa putus, segera langsung tarik joran anda. 

Semua informasi di atas tidaklah bersifat mutlak, terlebih memancing di kolam harian semua orang memiliki trik-trik yang berbeda, bahkan umpan juga sangat bermacam-macam dan membutuhkan eksperimen. Jika anda memiliki pengalaman sendiri silahkan berkomentar pada kota pesan dibawah ini.

Cara Memancing Belut dengan Peralatan yang sangat Sederhana dan Ampuh

Jenis ikan atau hewan ini sangat enak untuk dimakan, ikan ini juga sering dijadikan objek untuk lomba ketika akan memperingati HUT RI diseluruh penjuru tanah air, ikan ini juga sangat licin dan terkadang juga bisa membuat orang ketakutan karena bentuknya mirip ular. Ayo pikirkan ikan apakah ini?, dan jawabannya adalah Belut sawah.

Belut adalah sejenis ikan yang sering hidup di sawah yang berlumpur atau masih basah, dan mereka hidup dengan cara membuat lubang yang dijadikan sebagai tempat persembunyian mereka. Berdasarkan dari beberapa sumber ikan ini juga tergolong pemalu karena sering aktif ketika malam hari dan suka memangsa cacing, berudu dan mungkin hewan-hewan kecil lainnya yang berada disawah sebagai santapannya.

Nama binomial dari spesies ini adalah Monopterus albus (Zuiew, 1793), memiliki tubuh yang sangat licin atau tidak memiliki sisik, kulitnya sebagian besar berwarna coklat, dan menurut sumber di Wikipedia spesies ini ada yang bisa tumbuh hingga 1 meter.

Hebatnya lagi ikan ini bisa kita jadikan indikator secara alami tentang kondisi area pertanian, apabila di sawah terdapat banyak sarang belut hal ini menandakan kondisi lingkungan sawah sangat baik, namun jika di sawah tidak terdapat hewan ini bisa diartikan sebuah kerusakan lingkungan telah terjadi di area tersebut.                

Sebagai salah satu ikan atau hewan yang enak untuk dimakan, tentu saja hewan ini sering diburu oleh masayarakat kita dan dijadikan lauk atau aneka masakan lainnya. Bahkan mungkin sebagian besar dari kita pasti pernah mencicipinya karena ketersediaan spesies ini cukup mudah  didapatkan dipasar.
Jika anda sedang berjalan-jalan di dekat sawah dan ingin mencoba menangkap belut dengan cara dikail, berikut saya akan berikan trik mudah untuk menangkapnya dengan peralatan yang sangat sederhana. Jika ingin mencobanya silahkan baca langkah-langkah berikut.

1. Untuk menangkap belut anda tidak memerlukan joran atau stick pancing seperti ketika akan memancing ikan, cukup gunakan senar pancing sepanjang dua meter dan diberi mata pancing pada ujungnya.

Namun anda juga bisa menggunakan bambu yang dipotong tipis sepanjang kira-kira 3 meter sebagai stick, cara ini terkadang dilakukan beberapa orang dengan alasan, karena jika kita hanya menggunakan senar otomatis harus lebih dekat dengan sarang yang membuat belut takut karena kehadiran manusia.

2. Siapkan umpan dan yang paling utama adalah cacing yang dipotong-potong, selain itu anda juga bisa gunakan anak kodok namun yang sangat kecil.

3. Cari lokasi disawah yang berlumpur dan terdapat lubang-lubang kecil, kemungkinan jika sawah masih basah dan berlumpur kemungkinan besar adalah tempat persembunyian mereka.

4. Pasang umpan dan masukan kelubang sedalam mungkin, kemudian gerakan naik-turun secara perlahan dengan tujuan menarik perhatian belut.

5. Ketika umpan dimakan, pada umumnya belut sawah akan membawa lari atau menariknya kebawah dan senar akan terlihat tertarik kedalam lubang. Jika sudah demikian tarik secara perlahan dan belut sawah akan terkail mata pancing.

6. Jika belut sawah sudah anda tarik keatas, segera benturkan ke tanah atau batu agar belut lemas, karena ketika ditangkap ikan ini akan meronta-ronta dan berusaha untuk melepaskan diri.

7. Satu tambahan lagi, sebagian besar orang berpendapat belut sawah yang hidup secara liar atau alami, memiliki rasa yang lebih enak dari pada belut hasil budidaya.

Teknik Sederhana dan Jitu Memancing di Pinggir Pantai

Bertamasya di pantai adalah salah satu pilihan mengisi liburan yang sangat menyenangkan untuk meredam kepenatan karena aktifitas pekerjaan sehari-hari. Jika seseorang suka berwisata di tempat seperti ini mereka akan cenderung bertahan lama dalam menikmati indahnya pemandangan pantai, sambil bermain air, berenang, bermain pasir, dan lain-lain.

Selain hal tersebut kegiatan yang tidak kalah menarik ketika kita berlibur dipantai adalah memancing, terlebih lagi memancing di air asin atau air laut terdapat lebih banyak beragam jenis ikan yang ada didalamnya dibanding memancing di air tawar. Menurut pendapat dari beberapa orang, memancing di pantai atau laut lebih mudah dibandingkan dengan memancing di air tawar, ntah faktor apa yang mempengaruhinya. Namun menurut pengalaman yang pernah kami alami hal tersebut memang benar.

Walaupun memancing dipinggir pantai hasil ikan yang didapat jauh lebih kecil dibandingkan ditengah laut, namun tentu saja memancing di pantai jauh memakan biaya yang lebih sedikit karena tanpa menyewa kapal atau perahu boat kita semua sudah bisa melakukannya. Namun biasanya kondisi ombak pantai juga harus relatif kecil atau air dalam kondisi tenang atau tidak terlalu berarus deras.

Beberapa jenis ikan yang sering didapat ketika memancing di pinggir pantai adalah seperti  ikan kething, ikan songo, ikan gereh pethek, ikan tembong, bahkan ikan bandeng, dan masih banyak lainnya. Walaupun jenis ikan-ikan ini tidak terlampau besar seperti yang didapat pada acara mancing mania, namun tetap akan memberikan kesenangan dengan biaya terjangkau dan tentu saja lebih aman pada faktor keselamatan.
Berikut tip-tip memancing dipinggir pantai yang bisa anda lakukan dengan mudah dan sederhana namun tetap bisa menghasilkan tangkapan ikan yang memuaskan. Jika anda tertarik untuk mencobanya silahkan baca langkah-langkah berikut ini :

1. Gunakan stick pancing atau joran yang dilengkapi dengan Spinning Reels, dan juga apungan yang berukuran besar dan terbuat dari plastik. Apabila apungan masih tidak memungkinkan gunakan apungan lebih dari satu dan diikat menjadi satu, hal ini karena juga dipengaruhi oleh besar dan kecilnya ombak di pantai.

2. Gunakan pemberat yang agak besar, namun jangan sampai apungan menjadi tenggelam dan gunakan mata pancing berukuran sedang agar semua jenis ikan mudah tertangkap.

3. Siapkan umpan dan yang paling utama adalah udang segar namun terkadang beberapa orang juga menggunakan cacing. Biasanya jika menggunakan umpan udang, ikan akan lebih rakus sehingga akan lebih mudah untuk menangkapnya dibanding dengan cacing. Namun kelebihan menggunakan cacing tidak mudah lepas, bahkan sekali pasang umpan bisa digunakan untuk tiga kali dalam memancing ikan alias tidak repot.

4. Pilih lokasi yang airnya cenderung tenang, kalau ada dermaga bisa disekitar tempat tersebut karena jauh lebih berpeluang, dan walaupun ini dipinggir pantai anda tetap harus mencari lokasi yang kemungkinan airnya lebih dalam.

5. Ada baiknya apabila tidak merusak konsentrasi gunakan lebih dari satu stick pancing untuk setiap orang. Joran atau stick pancing utama gunakan umpan udang, dan stick pancing tambahan atau kedua gunakan cacing.

Jika menggunakan umpan udang biasanya ikan akan sangat rakus sehingga anda harus pegang terus joran ini karena anda otomatis akan lebih terkonsentrasi pada stick pancing ini, dan joran kedua lebih baik di taruh di tanah sambil tunggu ikan melahap umpan.

Demikian artikel untuk kali ini dan sebagai tambahan, dalam dunia memancing tentu setiap orang memiliki cara-cara yang berbeda atau tergantung feeling atau kemantaban perasaan masing-masing, bahkan kemungkin besar di setiap daerah juga mempunyai cara dan teknik tersendiri. Sehingga tentu saja hal di atas tidak sepenuhnya mutlak dan jika anda ingin menambahkan silahkan berkomentar pada kotak dibawah ini.

Memancing Ikan Lauhan di Rawapening Kab Semarang Beserta Tip dan Triknya

Mari kita memancing ikan Lau Han, jika anda mendengar kalimat ini mungkin akan terdengar aneh buat beberapa orang diantara anda, karena ikan ini dikenal sebagai ikan hias yang sering dipelihara di Aquarium. Namun tidak demikian jika anda ingin mencobanya di daerah Rawapening yaitu sebuah rawa atau danau yang terletak di kabupaten Semarang Jawa Tengah, tepatnya sekitar 45KM dari kota Semarang, atau sekitar 10KM dari kota Salatiga, dan jika anda sedang berkunjung di kota Ambarawa letak dari rawa ini akan lebih dekat.

Jika dilihat ikan ini memang tidak terlalu mirip dengan ikan lauhan yang dulu sekitar tahun 2000an pernah menjadi rajanya ikan hias yang memiliki warna yang indah dan berwarna-warni. Bentuknya agak mirip mujair atau nila namun dengan warna hitam kebiru-biruan atau ada juga yang hitam kemerah-merahan, dan ketika dilihat secara teliti jika dibandingkan dengan mujair, ikan ini lebih nonong (walaupun tidak senonong ikan lauhan yang biasanya dipasarkan sabagai ikan hias), mulutnya bergerigi, sedikit agak pipih, dan cukup terlihat indah ketika dipelihara di aquarium.

Penduduk setempat dan para pemancing di Rawapening menganggap ikan tersebut sebagai ikan Lau Han, karena jidatnya sedikit nonong, sayang sekali secara ilmiah kami tidak mendapatkan sumber akurat mengenai ikan Lau han yang hidup di perairan Rawapening. Namun berdasarkan sumber dari mulut ke mulut diantara para pemancing, sesuai dengan mitos asal-usul keberadaannya, pada awalnya sekitar tahun 2000an ikan-ikan jenis ini pernah dibudidayakan di rawa tersebut dan kemudian pernah kebanjiran sehingga bibit-bibit ikan lauhan lepas ke alam liar, sumber lain juga menyatakan keberadaan ikan ini karena merosotnya harga di pasaran dan pemilik tambak dan menelantarkannya. Wah ini namanya bukan mitos hehe.

Hal yang sangat menarik dari ikan Lau Han di Rawapening adalah ikan ini sangat enak dimakan bahkan lebih enak dari pada ikan mujair namun dagingnya lebih tipis. Bagi para pemancing ikan ini juga menjadi salah satu favorit karena agresif dan sering bergerombol, sehingga akan memberikan kesenangan bagi anda penggemar olah-raga pancing.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tip dan trik memancing ikan Lau Han, dan jika anda ingin mencobanya silahkan baca langkah-langkah berikut ini :

1. Siapkan stick pancing yang dilengkapi dengan apungan dan disarankan setiap orang menggunakan lebih dari satu stick pancing. Gunakan mata pancing dengan ukuran sedang (standar mata pancing ikan air tawar)

2. Untuk umpan yang paling utama adalah rebon atau udang kecil, udang biasa yang masih segar, atau juga bisa menggunakan alternatif lain seperti cacing.

3. Pilih lokasi memancing dengan kedalaman air yang agak dalam kira-kira 2-3 meter, pilih air yang jernih dan didekat tumbuh-tumbuhan air seperti enceng gondok.

4. Masukan mata pancing pada kedalaman air sekitar 1,5 meter (dihitung dari jarak apungan dengan mata pancing) jika kedalaman lokasi memancing sedalam 2 meter.

5. Biasanya ikan ini sangat agresif ketika menyantab umpan dan apungan akan terlihat tertarik kebawah, apalagi jika ikan yang berukuran kecil ntah kenapa lebih agresif dibanding yang besar.

6. Selain rawa pening, ikan ini juga sering hidup di sungai Tuntang yang tidak jauh dari rawa pening, namun menurut saya ikan lebih kecil.

Demikian artikel dari kami dan jika anda ingin menambahkan silahkan berkomentar dibawah ini. Tip-tip di atas mungkin juga berlaku untuk memancing ikan Lauhan di daerah lain, namun karena karena kami sendiri juga kurang tahu mengenai keberadaan ikan jenis ini yang hidup secara liar di daerah lain. Jika anda ingin lihat lebih jelas, silahkan lihat video yang di unggah di Youtube (by Agit Sasongko) di bawah ini 



Tentang Ikan Bethik dan Trik mudah Memancingnya

Jika kita lihat dari bentuk tubuhnya ikan ini memiliki sisik yang sangat tebal dengan warna hijau tua agak kehitaman dan hidup di air tawar seperti rawa, sungai, parit dan rawa. Ikan ini juga gurih untuk dimakan dan di beberapa tempat selain untuk lauk juga dijadikan sebagai alternatif untuk bahan membuat trasi. Apakah gerangan ikan ini dan jawabannya tak lain adalah ikan bethik atau bethok.

Satu hal yang cukup unik beberapa orang mungkin kurang suka untuk memakan ikan ini entah apa alasannya mungkin berbeda-beda, namun di lain sisi berdasarkan sumber di website edukasi Kompas, ikan ini dibeberapa tempat memiliki harga yang cukup mahal antara Rp.40.000-Rp.70.000 per Kilogram sedangkan didaerah kami di Jawa Tengah harga per Kilogram ikan mujair hanya kisaran Rp.15.000-Rp.20.000. Hal ini mungkin juga di pengaruhi oleh selera masyarakat yang berbeda-beda, dan juga ketersediaan atau kelangkaan ikan tersebut mengigat menurut saya jenis ikan ini sangat langka yang membudidayakannya.

Ikan ini adalah salah satu predator bagi wereng coklat di sawah, sehingga secara alami sangat berguna dan membantu para petani untuk membasmi hama yang satu ini. Nama binomial dari ikan bethik adalah Anabas testudineus (Bloch, 1792), namun untuk dibeberapa daerah memiliki nama yang berbeda-beda seperti bethok atau bethik sebutan bagi orang Jawa, puyu di Malaysia, pepuyu yang merupakan bahasa Banjar, climbing gouramy atau climbing perch untuk bahasa Inggrisnya.

Jika dilihat dari atas ikan ini mirip dengan ikan gabus berukuran kecil, namun ternyata jika dilihat dari pinggir menjadi sangat berbeda karena ikan bethik jauh lebih pipih dari pada ikan Gabus. Kepalanya besar, sisiknya sangat tebal, terdapat beberapa duri diatasnya, dan hebatnya merupakan salah satu ikan yang sangat kuat karena bisa bertahan hidup tanpa air sedikitpun selama sekitar satu jam. Hal ini dikarenakan ikan betik atau bethok memiliki organ labirin dikepalanya sehingga bisa mengambil oksigen secara langsung dari udara.

Berdasarkan sumber di Wikipedia, kelebihan lain yang dimiliki ikan ini adalah bisa merayap naik dan berjalan di daratan menggunakan tutup insang yang berfungsi seperti kaki. Mungkin hal ini juga yang membuat ikan ini di luar negeri disebut sebagai climbing gouramy, dan arti dari climbing sendiri dalam bahasa Indonesia adalah mendaki.

Bagi para pemancing ikan ini juga menjadi salah satu alternatif untuk mencari kesenangan, walaupun di dekat tempat kami tepatnya di daerah sekitar rawapening mungkin ikan ini di nomor duakan, namun semua juga tergantung dari selera masing-masing. Ikan ini sangat menyenangkan dipancing karena sangat agresif, rakus, mulutnya cukup besar dan terkadang juga suka hidup secara bergerombol, dan menurut saya sendiri ikan ini adalah salah satu ikan tawar yang paling mudah dipancing.
Pada hari minggu yang cerah ini, saya akan sedikit berbagi tentang cara mudah untuk memancing ikan betik/bethok/bethik :

1. Jika anda ingin memancing di rawa atau sawah lebih baik gunakan stick pancing yang dilengkapi dengan apungan. Namun jika anda ingin memburunya di sungai yang berarus lebih baik gunakan stick pancing yang terdapat per atau pegas di ujungnya dan tanpa apungan.

2. Umpan yang bisa kita gunakan adalah udang, cacing atau juga bisa bakwan (adoanan gandum digoreng) bahkan mungkin masih banyak lagi yang lainnya, karena ikan ini sangat rakus.

3. Gunakan mata pancing yang berukuran sedang (standar mata pancing ikan air tawar) dan di periksa ketajamannya, mengingat ikan ini kepalanya sangat keras.

4. Pilih lokasi dengan air yang terdapat banyak tumbuhan air atau bahkan genangan sampah organik, karena ikan ini suka bernaung ditempat-tempat seperti ini.

5. Pilih lokasi yang airnya cukup dalam (untuk ukuran sungai dan pinggir rawa), masukan mata pancing kedalam lokasi tersebut, apabila kedalaman air kira-kira 2 meter maka masukan mata pancing sekitar 1,75 meter, atau pada intinya hampir kedasar.

6. Karena ikan ini sangat rakus, maka ketika menyantap umpan akan langsung ditelan dan dibawa lari. Jika demikian apungan akan terlihat bergerak kebawah secara cepat dan secara otomatis anda harus menariknya, dan sekarang anda bisa berkata "dapat ma tapi kecil-kecil" he he bercanda.

7. Jika anda ingin mendapat tangkapan yang besar sesuai standar ukuran ikan ini lebih baik di rawa-rawa. Karena menurut saya ikan bethik terbesar yang pernah saya tangkap hanya sebesar 4-5 jari dan rata-rata adalah 2-3 jari.

Sekilas Tentang Ikan Lele dan Tips untuk Memancingnya

Ikan lele salah satu ikan yang paling populer karena harga yang terbilang murah dan rasanya yang gurih. Hampir diseluruh pasar-pasar di negeri kita ini tersedia karena hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh banyaknya para petani ikan yang membudidayakannya. Ikan ini memiliki kumis dimulutnya badannya halus tanpa sisik, dan juga memiliki alat pertahanan yang beberapa orang menyebutnya sebagai pathil.

Beberapa orang menganggap pathil pada ikan lele dumbo yang sering dibudidayakan oleh para petani ikan tidak mengandung bisa dan tidak berbahaya, sehingga apabila tangan kita terkena pathil ini kemungkinan akan hanya lecet sedikit. Namun untuk ikan lele yang hidup secara liar di rawa atau sungai, menurut pendapat secara turun-temurun dari kakek dan nenek kita, apabila tangan kita terkena pathil dari ikan jenis ini  maka akan menyebabkan demam walaupun juga tidak terlalu berbahaya.

Orang bule menyebut ikan ini sebagai catfish yang jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah ikan kucing, karena mungkin mereka beranggapan kumis dari ikan ini seperti kumis pada kucing. Di negeri kita sendiri ikan ini juga memiliki sebutan masing-masing seperti ikan kalang sebutan ikan lele di Sumatera Barat, ikan maut  di Gayo dan Aceh, ikan sibakut di Karo, ikan pintet untuk Kalimantan Selatan, ikan keling di Makassar, ikan cepi di Sulawesi Selatan, ikan penang'untuk Kalimantan Timur, dan kemungkinan juga masih banyak lagi nama-nama yang lain.

Ikan lele selain sering dibudidayakan, ikan ini juga sangat di sukai para penggila hobi mancing karena pada dasarnya sangat rakus dan agresif. Namun sayangnya menurut saya habitat liar untuk jenis ikan ini berkurang, dan mungkin disebabkan oleh kerusakan alam, penangkapan dengan cara diracun dan disetrum sehingga ikan-ikan yang baru menetas atau yang masih kecil juga terkena imbasnya. 
Jika anda hobi mancing dan ingin mencoba mendapatkan ikan ini, pada artikel kali ini saya akan memberikan sedikit tip dan trik untuk memancing ikan lele.

1. Siapkan stick pancing dan mata pancing yang besar (standar ikan air tawar), jika anda berburu di rawa atau air yang cenderung tenang gunakan apungan yang terbuat dari plastik. Apabila anda memilih lokasi disungai gunakan stick pancing yang panjang dan ujungnya diberi per atau pegas khusus pancing.

2. Siapkan umpan seperti usus ayam, kulit ayam, jangkrik, orong-orong atau juga bisa laba-laba biasa. Jika anda memilih menggunakan usus ayam atau kulit ayam, sebelumnya di rebus terlebih dahulu (setengah matang) dan ketika merebus dikasih garam secukupnya. Hal ini dilakukan karena mengurangi kadar lemak namun tetap harus menjangga aroma amis agar tidak hilang.

3. Pilih lokasi yang airnya keruh, sungai dengan air yang tenang, pinggir rawa yang agak dangkal kira-kira sedalam 75 cm. Mungkin beberapa juga berpendapat  ketika habis hujan merupakan salah satu waktu yang tepat.

4. Ikan lele pada umumnya sangat agresif ketika makan umpan, karena umpan biasanya langsung ditelan melalui mulutnya yang besar dan langsung dibawa lari. Ketika seperti ini tentu saja secara reflek kita akan menariknya.

5. Jika memungkinkan dan selama tidak mengganggu konsentarsi anda juga bisa menggunakan dua stick pancing sekaligus, dan ketika mata pancing dilempar ke dalam air lebih baik agak berjauhan, namun tetap bisa dipandang dalam satu arah mata.

6. Terkadang ketika kita berhasil menangkapnya, ikan ini sangat agresif dan selalu berusaha untuk meloloskan diri dengan cara masuk ke tumbuhan-tumbuhan air seperti enceng gondok. Jika demikian anda harus hati-hati dan jangan tergesa-gesa untuk mengangkatnya keatas, tunggu hingga ikan ini lemas.

Demikan tip-tip dari kami jika ada kekurangan silahkan tambahkan di kotak komentar di bawah, karena dalam dunia memancing semua tidak bersifat mutlak. Mungkin setiap orang memiliki trik berbeda, bahkan di tiap daerah kemungkinan juga berbeda yang memiliki trik khas masing-masing. Selamat memancing

Tentang Ikan Gabus dan Cara Memancingnya

Salah satu jenis dari ikan ini sangat digemari oleh masyarakat kita, karena rasanya yang sangat gurih dan dagingnya tebal. Mungkin beberapa orang juga menggunakan ikan ini sebagai bahan pengganti ikan tengiri ketika membuat salah satu makanan khas Palembang yaitu Empek-Empek. Mungkin anda bertanya-tanya ikan apakah ini?, dan jawabannya adalah Ikan Gabus.

Ikan ini jika dilihat sepintas sangat mirip dengan ikan lele, namun perbedaannya tidak memiliki kumis dan dagingnya lebih tebal, dan orang-orang bule juga menyebutnya sebagai snakehead yang artinya kepala ular karena mereka mengangap kepalanya sangat mirip dengan ular. Ditempat saya tinggal atau di Jawa ikan gabus lebih dikenal sebagai ikan kutuk, namun di daerah-daerah lain memiliki sebutan yang berbeda seperti bocek sebutan dari orang Riau, kocolan bagi orang Betawi, bogo bagi orang Sunda, kabos ikan gabus sebutan bagi orang Sunda, dan lain-lain.

Ikan gabus lebih sering hidup di rawa-rawa, sungai, danau maupun di saluran sawah, dan tergolong ikan yang sangat kuat karena mampu hidup ditempat-tempat yang berlumpur dan bisa bernafas langsung dari udara menggunakan organ labirin. Ikan ini tergolong ikan predator atau carnivora karena suka memburu ikan-ikan kecil, serangga, berudu sampai kodok kecil.

Nama binomial dari ikan tawar ini adalah Channa striata, dan kabarnya bisa tumbuh hingga 1 meter. Hebatnya lagi berdasarkan sumber di Wikipedia ketika musim kemarau dan parit mulai mengering, ikan ini akan pindah tempat yang masih basah, bahkan jika terpaksa akan mengubur diri di dalam lumpur sampai tempat tersebut kembali berair. Dengan demikian bagi anda yang ingin berburu ikan ini tanpa pancing, mungkin anda bisa mencarinya di kubangan lumpur tempat mereka mengubur diri, dan mungkin juga akan lebih mudah ditangkap. 

 Sebagai salah satu ikan yang rasanya enak tentu saja ikan ini menjadi salah satu ikan yang di buru oleh para pemancing, maka pada artikel kali ini saya akan berbagai sedikit tip buat anda mengenai cara sederhana memancing ikan gabus di rawa-rawa dan genangan sawah.

1. Siapkan Joran spinning (jenis Joran yang menggunakan rel spinning) yang terbuat dari fiber, mata pancing ukuran cukup besar dan apungan.

2. Siapkan umpan, bagi saya umpan yang paling jitu adalah anak kodak(bukan kecebong), namun anda juga bisa menggunakan umpan lain seperti udang hidup, cacing dan juga ada yang bilang bisa menggunakan ikan kecil.

3. Pilih tempat yang airnya tidak terlalu dalam, menurut pengalaman dipinggir rawa yang terdapat sawah yang tergenang air dan terdapat gelumbung-gelembung.

4. Gunakan lebih dari satu joran atau stick pancing untuk setiap orang, agar kemungkinan dapat lebih banyak.

5. Lempar mata pancing anda sejauh mungkin, dan jika anda menggunakan dua joran atau stick pancing, lempar keduanya agak berjauhan namun tetap bisa dipandang dalam satu arah mata.

6. Jika anda menggunakan anak kodok, gerak-gerakan sedikit stick pancing anda sehingga kodok tersebut akan berenang dan akan mencuri perhatian ikan gabus. Untuk stick pancing yang kedua taruh di tanah saja, karena tetap ada kemungkinan kodok akan berenang sendiri tanpa stick yang digerakan.

7. Ikan Gabus tergolong sangat ganas, sehingga ketika menangkap umpan akan langsung dibawa lari dan apungan juga akan langsung menghilang dari permukaan air, dan tarik anda mendapatkan ikan.

8. Jika anda menggunakan umpan cacing atau udang hidup, kemungkinan hasil tangkapan akan lebih kecil kira-kira sepanjang satu jengkal, dan beberapa orang ada yang menyebutnya sebagai ikan betutu atau khotes. Namun asyiknya kemungkinan lebih mudah untuk sering mendapatkan ikan

9. Sedikit tambahan, menurut saya populasi ikan liar jenis ini lebih sedikit dibanding ikan lain, sehingga jika menurut anda atau hasil survei lokasi tempat anda memancing, keberadaan atau populasi ikan ini tidak banyak saya sarankan tidak hanya fokus memancing ikan ini, namun juga memancing ikan lainnya agar tidak bosan.

Demikian tip-tip sederhana dari saya, jika ingin menambahkan silahkan komentar di bawah.

Mengenal Ikan Sepat dan Cara Mudah Memancingnya

Ikan sepat, mungkin anda sudah sangat mengenal jenis ikan ini, karena di kawasan beriklim tropis seperti negara tercinta kita ini, ikan ini mudah diperoleh dan dijumpai di pasar-pasar tradisional. Ikan ini biasanya hidup di rawa-rawa, sungai, sawah, bahkan selokan, yang hidup secara bergerombol sehingga membuat kita sangat gemas ingin menangkapnya.

Ikan sepat juga enak untuk dimakan sebagai lauk dan harganya terbilang sangat murah, sehingga kita semua mungkin pernah mencicipinya. Sebenarnya jenis ikan ini sangat banyak bahkan ada yang memiliki warna yang indah sehingga dijadikan sebagai ikan hias di aquarium. Menariknya jika kita lihat sekilas sangat mirip dengan ikan Gurami yang sangat terkenal karena kelezatannya dan ikan cupang yang terkenal karena keindahannya, namun perbedaan mendasar tentu terletak pada ukurannya.

Nama binomial dari ikan ini adalah Trichogaster trichopterus, dan di beberapa daerah juga memiliki sebutan sendiri-sendiri seperti sepat sawah, sepat jawa, sepat biru, sepat ronggeng dan sapek. Jika ditinjau dari sejarahnya, berdasarkan sumber di wikipedia sepat rawa menyebar di Indocina di lembah seperti sungai Mekong, Sumatra, Kalimantan dan Jawa, dan kabarnya pada tahun 1938 ikan ini disebarkan di danau Tondano dan wilayah Sulawesi lainnya.

Ikan sepat memiliki bentuk tubuh yang sangat pipih dibanding dengan ikan tawar lainnya, mulutnya sangat kecil dan moncong, dan pada umumnya akan memakan zooplankton, krustasea kecil, larva-larva serangga, atau mungkin juga udang-udang kecil, bahkan lumut sawah juga disantapnya.

Salah satu hal yang juga tidak kalah menarik, ikan ini juga menjadi salah satu target para pemancing walaupun jika menurut saya sendiri, pada musim kemarau ikan ini justru menjadi penghalang bagi saya jika ingin memancing ikan mujair, karena jumlahnya sangat banyak bahkan sampai naik kepermukaan air. Namun semua juga kembali pada selera masing-masing.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips kepada anda, tentang cara memancing ikan sepat yang biasa hidup di rawa, sawah atau air yang cenderung tenang. Jika anda ingin mencobanya silahkan baca langkah-langkah dibawah ini :

1. Siapkan pancing atau walesan dan disarankan gunakan lebih dari satu untuk setiap orang jika menggunakan umpan lumut sawah. Gunakan mata pancing dengan ukuran yang sangat kecil, dan akan lebih baik mata pancing dengan bentuk yang menyerupai clurit, yang biasanya berwarna biru (maaf saya lupa merknya). Gunakan apungan yang berukuran sedang dan senar pancing berwarna putih trasparan.

2. Umpan yang dipakai terdiri dari dua macam yaitu telur semut yang lebih dikenal sebagai kroto, dan yang kedua adalah lumut sawah. Jika anda memilih menggunakan lumut sawah, campurkan dengan sedikit air, garam dapur dan vanili atau bisa juga penyedap rasa seperti masako. Campurkan hingga warna lumut berubah warna agak kecoklatan atau beberapa orang menganggapnya membusukan lumut dengan cara tersebut.

3. Ketika anda sampai di lokasi memancing, pilih tempat dimana ikan-ikan tersebut bergerombol sangat banyak, karena pada umumnya ikan ini mudah terlihat karena sering naik kepermukaan.

4. Taburkan bekatul atau dedak tempat dimana anda akan memancing, karena ikan-ikan ini pada dasarnya seperti tidak pernah merasa kenyang dan sangat rakus.

5. Masukan mata pancing anda di air dan jangan terlalu dalam, kira-kira 50 cm dipinggir rawa dan cukup satu jengkal di sawah.

6. Jika anda menggunakan umpan telur semut akan sangat mudah menangkapnya, namun hasil tangkapan menggunakan umpan ini rata-rata sebesar 2 jari bahkan terkadang sebesar satu jempol (tergantung keberuntungan). Jika anda ingin hasil tangkapan yang lebih besar kira-kira sebesar 4-5 jari, gunakan adonan lumut seperti di atas namun anda juga harus lebih bersabar.

Demikian tips dari saya jika ada saran dan kritik silahkan berkomentar di bawah. 

Cara Jitu Memancing Ikan Wader di Rawa dan Sungai

Ikan yang satu ini kebanyakan memiliki ukuran yang kecil, namun jika dimasak memiliki rasa yang sangat gurih bahkan beberapa orang menganggapnya sebagai salah satu ikan air tawar yang paling enak untuk disantap walaupun banyak durinya, sehingga juga bisa diibaratkan mawar berduri, wah nggak nyambung he he. Apakah gerangan ikan ini jika anda bertanya-tanya, jawabannya adalah ikan wader.

Ikan ini lebih sering banyak dijumpai di sungai-sungai yang tidak terlalu dalam atau dipinggir rawa yang cukup jernih, dan pada umumnya memiliki ukuran antara sebesar jempol tangan hingga 4 jari. Wader merupakan ikan dari suku Cyprinidae dan pada umumnya yang sering kami jumpai terdiri dari beberapa species yang dikenal sebagai wader biasa, wader pari (lunjar padi atau orang jawa mengenalnya sebagai goyor), dan wader bintik dua.

Namun kabarnya terdapat hingga ratusan jenis ikan wader yang ada didunia dengan tiap negara memiliki sebutan nama yang berbeda-beda, bahkan di Indonesia sendiri tiap daerah memiliki sebutan nama yang yang juga berbeda-beda, seperti ikan cere sebutan dari orang Betawi, paray sebutan wader dari orang Sunda, pantao dan seluang oleh orang Sumatera, seluang bagi orang Kalimantan, wader ijo bagi orang Jawa dan lain-lain.

Ikan ini biasanya hidup secara liar karena kami jarang mendengar ada orang yang mau membudidayakannya, namun salah satu hal yang sangat menarik adalah ikan wader menjadi salah satu favorit bagi para pemancing. Alasannya walaupun sebagian besar berukuran kecil, namun sangat mudah untuk dipancing karena mereka sering hidup secara bergerombol dan sangat rakus untuk makan, seakan-akan tidak merasa kenyang.

Pada artikel kali ini saya akan memberikan beberapa tip-tip jitu, bagi anda yang ingin mencoba memancing ikan wader yang bisa hidup disungai maupaun dipinggir rawa. Jika anda tertarik untuk mencobanya silahkan baca langkah-langkah berikut ini.

 Cara memancing ikan wader disungai :
1. Siapkan pancing atau walesan tanpa apungan. Kenapa tanpa apungan karena jika anda menggunakan apungan disungai maka apungan akan mudah hanyut, sehinga percuma ketika ikan memakan umpan tidak akan terlihat. Gunakan per(pegas) pancing yang bisa anda beli ditoko atau anda juga bisa menggunakan fiber pancing biasa namun ujungnya sepanjang satu jengkal dipipihkan hingga tipis dan mudah melengkung. Tambahan catatan gunakan mata pancing yang berukuran kecil.

2. Saya sarankan menggunakan tiga jenis umpan yaitu roti basah yang dikasih sedikit air, kemudian ditumbuk dengan daun ketela muda hingga halus dan lengket. Umpan lainnya adalah gandum dikasih air sedikit dan garam atau penyedap rasa, setelah menjadi adonan digoreng seperti bakwan, namun jangan sampai terlalu berminyak dan jangan terlalu matang. Umpan terakhir adalah tahu.

3. Siapkan seikat daun ketela, yang difungsikan untuk menarik ikan agar mau bergerombol ditempat anda memancing.

4. Jika sudah berada dilokasi untuk memancing, cari tempat yang airnya jernih dan agak dalam, kemudian masukan seikat daun ketela tersebut kedalam air. Anda bisa melalukannya dengan cara mengikat daun ketela tersebut dengan tali dan diikatkan pada sebuah batu yang cukup besar, hal ini bertujuan agar daun ketela tidak terseret arus air. Melalui daun ketela yang direndam tersebut, kemungkinan besar ikan wader akan bergerombol untuk memakannya.

5. Masukan mata pancing anda kedalam air, dan jangan sampai posisi per pancing naik ke atas, karena jika demikian anda terlalu dalam memasukannya hingga ke dasar sungai. Idealnya posisi per akan lurus horizontal.

6. Ikan wader tergolong sangat agresif, sehingga tunggu hingga per pancing melengkung kebawah selama sekitar 2 detik setelah itu tarik dan anda dapat ikan. Walaupun ikan wader berukuran kecil, namun pada umumnya pemancing ikan ini mendapat hasil tangkapan lebih banyak dari pada memancing ikan tawar lainnya.

Cara memancing ikan wader dirawa :

Pada umumnya hampir sama dengan cara diatas, namun perbedaanya anda lebih baik menggunakan apungan jika memancing di rawa atau ditempat yang airnya tenang.

1. Pilih tempat dipinggir rawa yang cukup dalam didekat tumbuhan-tumbuhan air, karena ikan ini lebih suka ditempat seperti ini dan tidak harus ketengah rawa.

2. Menurut pengalaman untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan wader yang lebih besar (Biasanya ikan wader dirawa ukurannya lebih besar dari pada yang bisa hidup disungai), gunakan umpan lumut sawah yang di campur dengan sedikit garam dan pati kanji. Caranya gunakan ember kecil kemudian campur lumut sawah dengan sedikit air, sedikit garam dan pati kanji. Jika sudah masukan mata pancing kedalam ember tersebut dan diputar-putar hingga lumut menempel pada mata pancing dan menggumpal.

3. Untuk umpan anda juga tetap bisa menggunakan umpan seperti ketika mancing di sungai, karena umpan utama dari wader adalah roti, bakwan dan tahu.

4. Ketika anda memancing tunggu hingga apungan turun kebawah, karena ikan wader sangat rakus dan agresif, sehingga ketika makan saling berebut dan dibawa lari. Apabila apungan bergerak sedikit-sedikit saja dan berulang-ulang lebih baik biarkan saja tunggu hingga turun.

Demikian tip-tip dari saya apabila anda ingin menambahkan silahkan berkomentar dibawah. Semoga bermanfaat